Header Ads Widget


 

Komisaris Mahasiswa Berprestasi Taekwondo Silaturahmi ke Wakil Dekan III FIS UIN Sumatera Utara



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Medan — Rangga Abdillah Pramana (NIM: 0603252115 / 1KOM4 – Semester II), selaku Komisaris Mahasiswa (Kosma), melaksanakan silaturahmi akademik ke Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara, pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Jeput Pituah” yang berlangsung khidmat dalam suasana bulan suci Ramadhan 1447 H.

Silaturahmi tersebut menjadi ruang perjumpaan nilai antara capaian prestasi mahasiswa dan penguatan kesadaran spiritual, sebagai bagian dari pembinaan karakter kemahasiswaan yang utuh dan berintegritas.
Adapun prestasi yang telah diraih oleh Rangga Abdillah Pramana meliputi:
BNP Sumut Taekwondo Championship 2025 — Gold Medal
Test Event PON Sumut 2024 — Silver Medal
Kejurnas Kemenpora RI 2023 — Silver Medal
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Dekan III FIS UIN Sumatera Utara, M. Yoserizal Saragih, menyampaikan apresiasi serta memberikan pituah kebijaksanaan atas capaian prestasi yang diraih.

“Alhamdulillah, ini adalah sebuah prestasi yang baik. Berbagai raihan pada tingkat provinsi hingga level nasional merupakan wujud anugerah Allah SWT yang patut disyukuri dan dijaga dengan adab serta istiqamah,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa prestasi sejati tidak berdiri sendiri, melainkan harus disertai kesadaran ruhani. Konsep tattaqūn dimaknai sebagai upaya membangun perlindungan diri dan kejernihan batin, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Dalam pituahnya, Wakil Dekan III menegaskan bahwa lafaz tattaqūn berasal dari huruf asal و–ق–ي (wāw–qāf–yā’) yang bermakna membentengi, menjaga, dan membangun perisai. Puasa dipahami sebagai sarana pendidikan batin agar seseorang mampu menjaga dirinya dari kerusakan jiwa, kerapuhan akhlak, dan kelalaian moral.

Dengan demikian, tattaqūn bukan sekadar status spiritual, melainkan proses berkelanjutan dalam membangun wiqāyah (perisai diri) yang menuntun adab, kejernihan niat, serta kehidupan yang senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

Melalui silaturahmi “Jeput Pituah” ini, diharapkan lahir pijakan nilai bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara untuk menjaga keseimbangan antara prestasi, spiritualitas, dan kepribadian akademik yang berkarakter..

Selamat Bulan Suci Ramadhan 1447 H

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar