بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِÙŠْÙ…ِ
MEDAN – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengorbankan idealisme demi klik dan rating, sebuah tawaran akademis yang menyegarkan lahir dari panggung seminar proposal Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut, Kamis (21/5/2026).
Mahasiswa program studi terkait, Faisal Amir Munthe (NIM: 0603223111) asal Labuhanbatu Utara, secara berani mengangkat judul narasi yang dinilai sarat akan otokritik terhadap industri pers saat ini: "Paradigma Jurnalistik Profetik dalam Menjawab Krisis Etika Media Kontemporer".
Proposal ini diuji langsung oleh Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., Wakil Dekan III FIS UIN Sumut, yang sekaligus membedah ketajaman konseptual dari judul yang diajukan.
Pembedahan Judul: Menantang Arus Media Kontemporer
Judul yang diangkat oleh Faisal bukan sekadar deretan jargon akademik, melainkan sebuah respons kritis terhadap realitas media hari ini. Narasi penelitian ini bertumpu pada dua variabel utama yang saling membentur:
Krisis Etika Media Kontemporer (Akar Masalah): Fenomena clickbait, hoaks, pembunuhan karakter, hingga hilangnya netralitas demi kepentingan pasar menjadi potret buram media modern. Kecepatan (speed) kerap kali membunuh ketepatan (accuracy).
Paradigma Jurnalistik Profetik (Tawaran Solusi): Sebagai antitesis, Faisal menawarkan konsep jurnalistik yang diadopsi dari nilai-nilai kenabian. Bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi membawa misi perubahan sosial yang berbasis pada empat pilar: Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi.
Catatan Kritis dari Meja Penguji
Dalam dinamika ujian, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom. mengapresiasi keberanian intelektual Faisal dalam memilih judul ini. Sebagai akademisi sekaligus Wakil Dekan III UIN Sumut, beliau menekankan bahwa judul ini memiliki bobot urgensi yang sangat tinggi.
"Narasi yang dibangun dalam judul ini sangat kuat. Jurnalistik profetik bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan panduan moral yang mendesak untuk diinjeksikan ke dalam ruang redaksi modern. Tantangan peneliti adalah membuktikan bagaimana nilai spiritual ini bisa diadopsi oleh industri media yang bergerak kapitalistik," ujar Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom. saat menguji.
Kontribusi Akademik bagi Masa Depan Pers
Dengan lolosnya seminar proposal ini, narasi "Jurnalistik Profetik" yang dibawa oleh mahasiswa asal Labuhanbatu Utara ini diharapkan mampu menjadi sumbangan pemikiran yang signifikan. FIS UIN Sumut kembali membuktikan perannya sebagai laboratorium intelektual yang tidak hanya melahirkan praktisi media, tetapi juga pemikir pers yang memiliki kedalaman moral dan spiritual.
صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØَÙ…َّد صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…



0 Komentar