بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ

​MEDAN – Suasana akademik di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial berjalan dengan penuh khidmat pada hari ini, Selasa, 30 Juni 2026. Sebanyak empat mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi mengikuti ujian penting dalam tahapan akhir perkuliahan, yaitu sidang Kolokium.

​Dalam sidang ini, hadir bertindak sebagai dosen penguji adalah yang amat kita hormati Tuan M Yoserizal Saragih, M.I.Kom, yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Dekan III. Kehadiran beliau sebagai penguji memberikan bobot akademis yang tinggi sekaligus motivasi besar bagi para peserta sidang untuk menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam karya ilmiah mereka.


​Keempat mahasiswa Ilmu Komunikasi yang diuji langsung oleh Wakil Dekan III pada hari ini adalah:
​Muhammad Raihan (NIM: 0603222110), mahasiswa yang berasal dari Kota Medan.
​Fitria Nur Ahmad (NIM: 0603221008), mahasiswa yang berasal dari Batubara.
​Ghefira Nur Azzahra (NIM: 06032232), mahasiswa yang berasal dari Medan Johor.
​Nur Ainun Ghoisani Ritonga (NIM: 0603223097), mahasiswa yang berasal dari Labusel (Labuhanbatu Selatan).

​Di hadapan Tuan M Yoserizal Saragih, M.I.Kom, para mahasiswa ini secara bergantian menyampaikan pemaparan materi kolokium pada journal mereka dengan penuh rasa hormat. Diskusi akademis yang berlangsung hangat ini tidak hanya berfokus pada kematangan metodologi, tetapi juga diarahkan pada penerapan pola komunikasi menjunjung nilai nubuwwah serta orientasi nilai profetik yang bersumber dari keteladanan Rasulullah SAW, dengan senantiasa berpedoman pada sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah yang berakar pada akhlakul karimah.

​Bimbingan serta nasihat dari dosen penguji menekankan pentingnya memastikan konteks integrasi keilmuan serta nilai wahdatul ulum, di mana ilmu komunikasi yang dipelajari harus menyatu dengan nilai-nilai ketuhanan. Hal ini disandarkan pada redaksi asli dari hadis sahih berikut:

​عَÙ†ْ Ù…َالِÙƒٍ, عَÙ†ِ ابْÙ†ِ Ø´ِÙ‡َابٍ, عَÙ†ْ سَعِيدِ بْÙ†ِ الْÙ…ُسَÙŠِّبِ... عَÙ†ْ Ø£َبِÙŠ Ù‡ُرَÙŠْرَØ©َ Ø£َÙ†َّ رَسُولَ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ:
​Ø¥ِÙ†َّÙ…َا بُعِØ«ْتُ Ù„ِØ£ُتَÙ…ِّÙ…َ Ù…َÙƒَارِÙ…َ الْØ£َØ®ْÙ„َاقِ


​"Dari Malik, dari Ibnu Shihab, dari Said bin Al-Musayyab... dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia.'" (HR. Al-Baihaqi dalam Al-Sunan al-Kubra, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan Imam Ahmad).

​Nilai luhur dari matan hadis tersebut ditekankan agar dapat mewujud dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari, dimulai dari kesalehan dan sosial. Mahasiswa diingatkan dengan penuh santun untuk senantiasa berbakti kepada ayah dan bunda (birrul walidain - بِرُّ الْÙˆَالِدَÙŠْÙ†ِ), menjaga keharmonisan, saling menghormati, dan memuliakan di antara saudara baik kepada kakak, abang, maupun adik serta menjaga silaturahmi yang baik dengan handai tolan di mana pun lingkungan mereka berada. Dengan landasan akhlak yang mulia serta unsur humanisasi, liberasi, dan transendensi, karya komunikasi yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar menjadi menara gading, melainkan membawa kemaslahatan dan kedamaian nyata bagi keluarga dan masyarakat luas.


​Pelaksanaan kolokium ini berjalan lancar hingga akhir, menandai langkah awal yang mantap bagi Muhammad Raihan, Fitria Nur Ahmad, Ghefira Nur Azzahra, serta Nur Ainun Ghoisani Ritonga dalam menyelesaikan studi yang berintegritas, berkarakter mulia, dan sarat nilai nubuwwah. Semoga segala harapan, cita-cita diijabah Allah SWT, serta ilmu yang didapatkan membawa keberkahan.

صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØ­َÙ…َّد صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…