Header Ads Widget


 

Suci Zuriati (0603223179) – Padang Tualang, Langkat. Haura Putri Aqillah (0603222117) – Medan Helvetia, Medan. Nur Ainun Ghoisani Ritonga (0603223097) – Cikampak, Labuhanbatu Selatan. Adelia Rahmadani (0603223199) – Medan Mandala. Fitria Nur Ahmad (0603221008) – Batu Bara. Rendi Ramadhan (0603222102) – Meulaboh, Aceh Barat, Ikuti Ujian Komprehensif FIS UIN Sumut



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Medan, 03 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara Medan kembali melaksanakan Ujian Komprehensif bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik dan penjaminan kompetensi lulusan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 03 Juni 2026 tersebut menghadirkan Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan, sebagai penguji.

Ujian komprehensif merupakan tahapan akademik penting yang dirancang untuk mengukur tingkat penguasaan mahasiswa terhadap berbagai aspek keilmuan komunikasi, meliputi teori komunikasi, metodologi penelitian, komunikasi digital, komunikasi massa, komunikasi organisasi, komunikasi dakwah, etika komunikasi, serta kemampuan analisis terhadap berbagai fenomena komunikasi kontemporer.
Dalam pelaksanaan ujian, para peserta menunjukkan pemahaman akademik, kemampuan argumentasi ilmiah, serta kapasitas berpikir kritis yang menjadi bagian penting dari profil lulusan Ilmu Komunikasi. Ujian tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa mengaitkan teori dengan realitas sosial, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika komunikasi di tingkat lokal, nasional, dan global.


Pada kesempatan tersebut, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom. menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab sosial, komitmen moral, dan kematangan karakter dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di bangku perguruan tinggi harus menjadi instrumen pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penguasaan ilmu komunikasi harus diiringi dengan kematangan etika, kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan, kemampuan membangun dialog yang konstruktif, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebajikan universal. Dalam tradisi akademik dan kehidupan sosial, kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan keluhuran akhlak, sikap hormat kepada sesama, penghargaan terhadap jasa para pendidik dan keluarga, serta semangat ihsan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab di berbagai lingkungan kehidupan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang berilmu, beradab, dan senantiasa berupaya menjadi anak yang saleh serta generasi yang membawa manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan agama.

Ahmad Fadil Hsb
Nim 0603223162 Foto Bersama Wakil Dekan lll FIS UINSU

Di era transformasi digital, sarjana komunikasi dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi penjaga nilai, penguat literasi, dan agen perubahan yang mampu menghadirkan komunikasi yang mencerdaskan, mempersatukan, dan mencerahkan.
 Kemampuan untuk bersikap bijak dalam berkomunikasi di media digital, melakukan verifikasi informasi, menghindari penyebaran hoaks, menjaga etika bermedia, menghormati perbedaan pendapat, serta menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab merupakan bagian penting dari kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Ilmu Komunikasi pada masa kini. Karena itu, kualitas lulusan tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu dan keterampilan profesional, tetapi juga dari kemampuan menjaga etika, membangun kepercayaan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Pelaksanaan ujian berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh nuansa akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi atas proses pembelajaran yang telah ditempuh mahasiswa selama mengikuti pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan.


Sejalan dengan visi pendidikan tinggi keislaman, Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan terus berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul dalam keilmuan, kuat dalam karakter, luhur dalam akhlak, serta memiliki orientasi pengabdian yang luas. Melalui proses akademik yang berkelanjutan, diharapkan para lulusan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi nusa, bangsa, dan agama dalam bingkai nilai-nilai Pancasila, keilmuan, dan keislaman sebagai fondasi pembangunan peradaban yang maju, harmonis, berkeadilan, dan bermartabat.


Firman Allah SWT - Annur 35

اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ
 عَلِيْم

Artinya:
Allah (pemberi)
cahaya (kepada) langit dan bumi; perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar, pelita besar itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api, cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar