بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
WR III UIN Sumatera Utara dan Kepala Biro AAKK Resmi Membuka Retret
ORMAWA - UIN Sumut
AKBP Dr. Rudy Chandra, SH, MM Paparkan Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa
BERASTAGI, Rabu, 28 Oktober 2026 — Wakil Rektor III UIN Sumatera Utara, Bapak Prof. Dr. KH. Katimin, M.A., bersama Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Sumatera Utara, Bapak Dr. KH. Tohar Bayangin, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Retret Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) UIN Sumatera Utara pada Selasa malam, 27 Oktober 2026, di Sinabung Hills Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 ini mengusung tema “Transformasi Diri, Penguatan Spiritualitas dan Kolaborasi untuk Melahirkan Pemimpin Mahasiswa yang Berintegritas dan Berdampak.” Retret ini menjadi ruang pembinaan kepemimpinan mahasiswa melalui penguatan spiritualitas, integritas, akhlak mulia, kecakapan interpersonal, dan kolaborasi.
Hari ini sebagai narasumber, Rabu, 28 Oktober 2026, AKBP Dr. Rudy Chandra, S.H., M.M., Kepala Bagian Analisis Intelkam Polda Sumatera Utara, menyampaikan uraian tentang transformasi kepemimpinan mahasiswa.
Penguatan kepemimpinan dimulai dari spiritualitas. Surah Al-Fātiḥah mengajarkan penghambaan kepada Allah Swt., permohonan pertolongan kepada-Nya, dan petunjuk menuju jalan yang lurus. Nilai tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menjalankan amanah organisasi dengan niat yang baik, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa kepemimpinan merupakan bentuk pengabdian.
Spiritualitas perlu diwujudkan melalui integritas, yaitu keselarasan antara perkataan dan tindakan, kejujuran dalam menjalankan amanah, serta kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan. Integritas juga perlu disertai akhlak mulia (akhlaqul karimah), dengan meneladani Rasulullah Muhammad ﷺ dalam bersikap santun, rendah hati, peduli, dan menghormati martabat sesama.
Dalam kehidupan organisasi, mahasiswa perlu menghindari iri hati dan dengki terhadap keberhasilan orang lain. Perbedaan kemampuan dan pencapaian hendaknya menjadi kesempatan untuk saling belajar, menghargai kontribusi, memberikan dukungan, dan melengkapi satu sama lain. Kebersamaan tumbuh ketika persaudaraan dan tujuan bersama diutamakan tanpa merendahkan sesama.
Kepemimpinan juga memerlukan kecakapan interpersonal, seperti mendengarkan dengan baik, berkomunikasi secara santun, memahami sudut pandang orang lain, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Komunikasi yang baik menjadi dasar kolaborasi yang terbuka, inklusif, dan terarah pada tujuan bersama.
Transformasi diri perlu diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, antara lain menepati komitmen, mengelola waktu, menyelesaikan tugas, menerima masukan, dan mengevaluasi diri secara jujur. Dengan demikian, organisasi kemahasiswaan menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kedewasaan, tanggung jawab, dan kesiapan mengemban amanah yang lebih luas.
Tema “Transformasi Diri, Penguatan Spiritualitas dan Kolaborasi untuk Melahirkan Pemimpin Mahasiswa yang Berintegritas dan Berdampak” mengajak seluruh peserta menjiwai dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas organisasi. Pembenahan diri, spiritualitas, integritas, akhlak mulia, dan kolaborasi perlu diwujudkan melalui keteladanan serta tindakan nyata agar kepemimpinan mahasiswa menghadirkan manfaat bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم





















0 Komentar