بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِÙŠْÙ…ِ
Deli Serdang, Dalam suasana yang penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat membangun generasi akademik yang berakhlak mulia, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., menerima silaturahmi Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FIS UIN Sumatera Utara pada Senin (22/6/2026).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan III FIS UIN Sumut juga menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis yang mencerminkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, penghormatan terhadap tradisi akademik, serta komitmen bersama dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang konstruktif dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus HMJ Ilmu Komunikasi menyerahkan surat undangan Seminar TAKSI Peminatan Khusus yang akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, di Aula Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Kampus Tuntungan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi forum penguatan kapasitas intelektual mahasiswa sekaligus wadah pengembangan kompetensi komunikasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Silaturahmi yang berlangsung secara terpisah namun dalam waktu yang berdekatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara mahasiswa dan pimpinan fakultas. Berbagai isu terkait pengembangan organisasi, penguatan budaya akademik, pembinaan karakter mahasiswa, serta kontribusi generasi muda dalam pembangunan masyarakat turut menjadi bagian dari pembahasan yang mengemuka dalam suasana penuh keakraban.
Dalam dialog yang berlangsung, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas semangat silaturahmi yang terus dijaga oleh mahasiswa lintas organisasi. Menurutnya, kampus merupakan ruang pembelajaran yang tidak hanya menumbuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kedewasaan berpikir, etika berkomunikasi, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan secara seimbang. Oleh karena itu, budaya dialog, kolaborasi, dan saling menghormati perlu terus diperkuat sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkemajuan. Di samping itu, penguatan karakter hendaknya dimulai dari lingkungan keluarga dengan senantiasa berupaya menjadi anak yang shalih, menghormati dan menyayangi ayah dan bunda, menjaga hubungan baik dengan sanak saudara, serta mempererat silaturahmi sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai agama dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan akademik dan capaian organisasi akan memiliki makna yang lebih besar apabila dibarengi dengan akhlakul karimah, penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap keluarga, serta komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan umat, bangsa, dan negara.
Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara pimpinan fakultas dan organisasi kemahasiswaan dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika, masyarakat, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØَÙ…َّد صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…


0 Komentar