بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِيمِ
Medan, Selasa (4 Agustus 2026) – Alumni SMK Negeri 1 (SMKN 1) Lubuk Pakam, Malaika Dava Yuanda, melaksanakan Sidang Munaqasah sebagai salah satu tahapan akhir penyelesaian studi Strata Satu (S1) pada Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026).
Pada sidang tersebut, Malaika mempertahankan skripsi berjudul "Galeri Antik sebagai Ruang Literasi Alternatif dalam Mendorong Praktik Literasi dan Aktivitas Jurnalistik di Masyarakat." Penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai transformasi fungsi galeri antik, tidak hanya sebagai tempat pelestarian benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang literasi alternatif yang mengintegrasikan pengelolaan pengetahuan (knowledge management), literasi informasi, serta praktik jurnalistik di tengah masyarakat.
Salah seorang dosen penguji, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom, ( Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara ), memberikan penguatan akademik mengenai pentingnya integrasi knowledge dalam kajian jurnalistik. Menurutnya, galeri antik tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak budaya, tetapi juga sebagai knowledge repository yang menghimpun, melestarikan, mengelola, dan mendiseminasikan pengetahuan kepada masyarakat. Pengetahuan yang tersimpan dalam koleksi tersebut memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang dapat menjadi sumber data primer dalam menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, kredibel, kontekstual, dan bertanggung jawab.
Tuan M. Yoserizal Saragih menambahkan bahwa pada era disrupsi informasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), praktik jurnalistik tidak lagi cukup mengandalkan kecepatan memperoleh informasi. Jurnalisme dituntut memperkuat tata kelola pengetahuan (knowledge governance) melalui proses verifikasi, validasi, interpretasi, dan kontekstualisasi informasi. Dengan demikian, produk jurnalistik tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membangun pemahaman publik, menjaga memori kolektif bangsa, serta memperkuat budaya literasi informasi di tengah masyarakat.
Penelitian Malaika Dava Yuanda menunjukkan bahwa galeri antik memiliki posisi strategis sebagai ekosistem pembelajaran yang mempertemukan koleksi sejarah, literasi informasi, dan aktivitas jurnalistik. Setiap artefak yang terdokumentasi menyimpan narasi peradaban yang dapat dikembangkan menjadi sumber berita, feature, dokumentasi sejarah, maupun konten edukatif berbasis bukti. Perspektif tersebut memperluas paradigma Ilmu Perpustakaan dari sekadar pengelolaan koleksi menuju pengelolaan pengetahuan yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan masyarakat berbasis informasi.
Integrasi antara literasi, knowledge management, dan jurnalistik yang diangkat dalam penelitian ini dinilai memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan Ilmu Perpustakaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan disiplin Ilmu Komunikasi. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang-ruang budaya, seperti galeri antik, memiliki potensi besar sebagai sumber informasi yang kredibel, ruang belajar sepanjang hayat, serta laboratorium sosial bagi lahirnya karya-karya jurnalistik yang berbasis data, sejarah, dan nilai-nilai kebudayaan.
Pelaksanaan Sidang Munaqasah merupakan salah satu tahapan akademik yang wajib ditempuh mahasiswa sebelum memperoleh gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.I.Pust.). Selain menjadi bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas hasil penelitian, sidang ini juga menjadi tolok ukur kompetensi mahasiswa dalam menguasai teori, metodologi penelitian, analisis ilmiah, serta kemampuan mengembangkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
ÙˆَÙ‚ُÙ„ رَّبِّ زِدْÙ†ِÙ‰ عِÙ„ْÙ…ًا
Artinya:
"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS. Taha: 114)
صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØَÙ…َّد صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…


0 Komentar