Header Ads Widget


 

PBAK FIS UIN Sumut Meriah, Dekan Ajak Mahasiswa Baru Tumbuhkan Ilmu dan Akhlak



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MEDAN — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut Tahun Akademik 2026 dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di Promenade Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut. Kegiatan berlangsung meriah, hangat, dan penuh kekeluargaan sebagai momentum menyambut mahasiswa baru sekaligus mengenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan fakultas.
Kegiatan dihadiri seluruh pimpinan, staf, dan dosen Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kepanitiaan, sivitas akademika, panitia, organisasi kemahasiswaan, serta mahasiswa.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut, Bapak Prof. Dr. H. Mesiono, M.Pd. Mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT, beliau menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan mengajak mereka menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk menuntut ilmu sekaligus membentuk kepribadian.
Beliau berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan akhlak, karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta sikap hormat kepada dosen dan seluruh sivitas akademika. Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi buruk sangka, menjaga prasangka baik, dan mengedepankan tabayun dalam menyikapi perbedaan maupun persoalan di lingkungan kampus.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Rasulullah SAW juga bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
“Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah sedusta-dustanya perkataan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat dan hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap persoalan disikapi dengan tabayun, kehati-hatian, dan prasangka baik, bukan dengan dugaan yang dapat merusak persaudaraan.


Memasuki perguruan tinggi, menurut beliau, merupakan tahap penting dalam pembentukan diri. Ilmu hendaknya berjalan seiring dengan akhlak, persaudaraan, tanggung jawab, dan komitmen menjaga nama baik almamater.
Dalam bingkai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), semangat tersebut dapat dikuatkan melalui nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.
Nilai-nilai tersebut menjadi penguat agar mahasiswa baru tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga berakhlak, peduli, mampu membangun persaudaraan, menjaga lingkungan, dan memiliki tanggung jawab kebangsaan.


Hal senada disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom. Beliau menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru sekaligus apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan PBAK.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Sekretaris Panitia, Bapak Al-Ustadz Rahmat Hidayat, L.C., M.H.I., serta segenap sivitas akademika FIS UIN Sumut atas dukungan, kerja sama, dan pengabdian dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurut Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., PBAK tidak semata-mata merupakan kegiatan seremonial, melainkan ruang awal untuk menumbuhkan rasa memiliki, persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial.
Semangat tersebut tercermin melalui keterlibatan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) intra Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F), Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F), serta Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dari Sosiologi Agama (SA), Sejarah Peradaban Islam (SPI), Ilmu Komunikasi (IKOM), dan Ilmu Perpustakaan (IP), beserta seluruh jajaran pengurusnya, Direktur CRN TV FIS UIN Sumut dan seluruh kru.


Kebersamaan semakin terasa melalui partisipasi organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, di antaranya HMI Komisariat FIS, IMM Komisariat FIS, PMII Komisariat FIS, SAPMA Pemuda Pancasila FIS, serta organisasi kemahasiswaan lainnya, yang seluruhnya juga merupakan bagian dari mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut sendiri.
Walaupun tidak tercatat dalam unsur kepanitiaan, semangat dan ketulusan mereka tetap sangat mulia. Mereka ikut bergotong royong secara sukarela dan tulus. Sebagian di antaranya memiliki adik, saudara, maupun kerabat sekampung yang menjadi mahasiswa baru. Semangat tersebut menunjukkan bahwa kepedulian dan persaudaraan dapat diwujudkan melampaui perbedaan organisasi.


Nilai gotong royong tersebut selaras dengan firman Allah SWT:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Dalam konteks kehidupan kampus, nilai tersebut menjadi landasan untuk membangun suasana akademik yang sehat, saling menghormati, dan penuh kepedulian.
Kampus IV dan Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar
Secara geografis, Kampus IV UIN Sumut berada langsung di tengah lingkungan penduduk desa, sehingga aktivitas akademik dan kemahasiswaan memiliki keterhubungan yang lebih langsung dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.


Kondisi ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan Kampus I dan Kampus II UIN Sumatera Utara yang berada dalam lingkungan kampus dengan karakter kawasan yang berbeda. Karena itu, keberadaan Kampus IV bukan hanya menghadirkan aktivitas akademik, tetapi juga membentuk ruang interaksi antara mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat yang hidup berdampingan di sekitar kampus.
Dalam konteks tersebut, pedagang Nasi Muslim, asosiasi atau kumpulan abang becak, para pemilik dan pengusaha kost mahasiswa dan mahasiswi, serta tokoh masyarakat sekitar merupakan bagian dari lingkungan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan mahasiswa.
Pedagang Nasi Muslim hadir dalam dinamika keseharian mahasiswa sebagai bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sekitar kampus. Demikian pula asosiasi atau kumpulan abang becak yang menjadi bagian dari kehidupan transportasi lokal dan interaksi sosial di sekitar kawasan kampus.
Sementara itu, keberadaan rumah kost dan para pengusaha kost mahasiswa dan mahasiswi turut menjadi bagian dari ekosistem kehidupan mahasiswa selama menjalani pendidikan. Para pemilik kost tidak hanya berada dalam hubungan ekonomi dengan mahasiswa, tetapi juga bersentuhan dengan kehidupan keseharian mahasiswa sebagai warga yang tinggal di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, para tokoh masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga suasana sosial yang kondusif serta membangun komunikasi antara lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
Karena itu, hubungan kampus dengan masyarakat sekitar perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, kepedulian, saling menghormati, dan semangat gotong royong. Kehidupan kampus yang berdampingan langsung dengan masyarakat membutuhkan kesadaran bersama bahwa keberadaan mahasiswa juga merupakan bagian dari dinamika sosial lingkungan sekitar.
Salam, doa, dan apresiasi disampaikan kepada pedagang Nasi Muslim, asosiasi atau kumpulan abang becak, para pemilik dan pengusaha kost mahasiswa dan mahasiswi, serta para tokoh masyarakat sekitar Kampus IV Tuntungan yang turut memberikan dukungan terhadap aktivitas mahasiswa.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak berdiri sendiri. Kampus tumbuh bersama lingkungan sosialnya melalui hubungan yang saling menghormati, saling membutuhkan, dan saling memberikan manfaat.
Di tengah keberagaman latar belakang dan pilihan organisasi, persaudaraan tetap menjadi fondasi bersama. Perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus silaturahmi ataupun mengurangi kepedulian sebagai sesama bagian dari keluarga besar kampus. Setiap pihak juga perlu menjauhi buruk sangka agar perbedaan dapat disikapi dengan bijaksana dan persaudaraan tetap terjaga.
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
(QS. Ali ‘Imran: 103)
Pesan tersebut menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan.


Dengan semangat itu, PBAK diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai insan akademik yang berilmu, berakhlak, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada masyarakat serta bangsa, sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan melalui ilmu, karya, dan pengabdian.
Seluruh kebaikan, kebersamaan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam menyukseskan kegiatan ini semoga menjadi amal saleh yang diterima dan diberkahi Allah SWT. Semoga setiap kebaikan tersebut juga menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir bagi ayah dan bunda tercinta yang telah mendidik, membesarkan, serta senantiasa mendoakan putra-putrinya.


Pada penghujung kegiatan, bersama-sama kita menengadahkan tangan memanjatkan doa kepada Allah SWT, memohon kebaikan, keberkahan, kesehatan, kelancaran, ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, serta kesuksesan bagi seluruh mahasiswa baru FIS UIN Sumut Tahun Akademik 2026 dan bagi kita semua.
Semoga dari FIS UIN Sumut lahir generasi yang berilmu, berakhlak, berjiwa pengabdian, mampu menjaga persaudaraan, memberi manfaat bagi masyarakat, serta turut mengisi Indonesia Emas 2045.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم



Posting Komentar

0 Komentar