بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
MEDAN — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama melaksanakan audiensi dengan Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Audiensi membahas Seminar Nasional Public Speaking yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Aula Perpustakaan, Kampus IV UIN Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom. memberikan penguatan agar kemampuan Public Speaking senantiasa dilandasi akhlaqul karimah, digunakan untuk menyampaikan kebaikan dan kemanfaatan, serta dijauhkan dari hal-hal yang mengarah pada kemungkaran. Dengan demikian, kemampuan berbicara di ruang publik diharapkan mampu menghadirkan kemaslahatan dan dampak positif bagi kehidupan akademik maupun masyarakat.
Pengurus HMJ Sosiologi Agama dan panitia yang berhadir dalam audiensi:
Adrian Saputra Ketua Umum HMJ Sosiologi Agama;
Jakasatria Hasibuan Ketua Panitia Seminar Nasional Public Speaking;
Feby Aulia Hasibuan Bendahara Umum HMJ Sosiologi Agama; dan
Fadhilah Raudatul Jannah Kepala Bidang Minat, Bakat, dan Keolahragaan HMJ Sosiologi Agama.
Arah penguatan tersebut selaras dengan firman Allah Swt dalam QS. Al-Hujurat [49]: 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Hujurat [49]: 11)
Ayat tersebut memberikan landasan akhlak dalam berkomunikasi, khususnya agar kemampuan berbicara tidak digunakan untuk merendahkan, mencela, mengolok-olok, atau menyakiti kehormatan orang lain. Dalam konteks Public Speaking, kemampuan berbicara perlu berjalan bersama akhlaqul karimah, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab sosial.
Seminar Nasional Public Speaking menjadi ruang pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara di ruang publik dengan tetap menjunjung akhlaqul karimah, sehingga keterampilan tersebut dapat diarahkan pada kemanfaatan, kemaslahatan, dan dampak positif bagi kehidupan akademik maupun masyarakat.
Audiensi tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan fakultas dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan yang edukatif, konstruktif, dan selaras dengan pengembangan kapasitas mahasiswa.
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم


0 Komentar