Header Ads Widget


 

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Jurnalistik Profetik: Bina Etika Toleransi Bersama dalam Aktualisasi Butir-Butir Pancasila

Ket Foto : Tuan M Yoserizal Saragih,M.I.Kom bersama Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan

 Ø¨ِسْÙ…ِ ٱللَّٰÙ‡ِ ٱلرَّØ­ْÙ…َٰÙ†ِ ٱلرَّØ­ِيمِ

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Jurnalistik Profetik: Bina Etika Toleransi Bersama dalam Aktualisasi Butir-Butir Pancasila

Oleh: Tuan M.Yoserizal Saragih, M.I.Kom
( Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut )

Indonesia sebagai negara bangsa yang majemuk terus membina harmoni bhineka tunggal Ika perwujudan  dalam pembinaan pengayoman persatuan dan etika toleransi bersama. Pancasila yang terdiri dari lima sila dan 36 butir pengamalan, menjadi pedoman fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Almukaram Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Mentri Agama RI memiliki nilai relevansi pada konsep Jurnalistik Profetik dan menjadi sarana efektif untuk membangun karakter, khususnya membina etika toleransi bersama sebagai wujud konkret pengamalan seluruh butir-butir Pancasila.

Butir-Butir Pancasila dan Persfektif  dalam Konteks KBC dan Jurnalistik Profetik

Sila I: Ketuhanan Yang Maha Esa
Butir 1: Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

KBC: Membangun iman yang inklusif dan toleran antar pemeluk agama.

Jurnalistik Profetik: Mengedukasi masyarakat tentang keberagaman keyakinan dan menolak intoleransi agama.

Butir 2: Menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

KBC: Menanamkan sikap menghormati perbedaan praktik beribadah.
Jurnalistik Profetik: Menolak diskriminasi dan ujaran kebencian berbasis agama.

Butir 3: Menolak segala bentuk pemaksaan dalam beragama.

KBC: Mengajarkan kebebasan beragama sebagai hak asasi.
Jurnalistik Profetik: Memerangi propaganda intoleransi dan hoaks yang memecah belah.

Sila 2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Butir 4: Menghargai dan memperlakukan manusia secara adil dan beradab.

KBC: Mendidik peserta didik menghargai martabat manusia.
Jurnalistik Profetik: Memberitakan dengan adil, tanpa diskriminasi.

Butir 5: Menumbuhkan sikap kasih sayang, empati, dan tolong-menolong antar sesama manusia.

KBC: Membentuk karakter penuh empati dan solidaritas.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat cerita kemanusiaan dan aksi sosial.

Butir 6: Berani membela kebenaran dan keadilan secara beradab.

KBC: Melatih keberanian moral dalam memperjuangkan keadilan.
Jurnalistik Profetik: Melawan hoaks dan penyebaran fitnah.

Butir 7: Menghormati hak asasi manusia dan tidak semena-mena terhadap sesama.

KBC: Mengajarkan penghormatan terhadap HAM.
Jurnalistik Profetik: Mengedukasi masyarakat tentang HAM dan toleransi.

Butir 8: Menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik.

KBC: Menanamkan nilai pluralisme.
Jurnalistik Profetik: Menolak segregasi dan provokasi.

Sila 3 : Persatuan Indonesia
Butir 9: Menjunjung tinggi persatuan bangsa di atas kepentingan golongan dan kelompok.

KBC: Menumbuhkan nasionalisme inklusif.
Jurnalistik Profetik: Memperkuat narasi persatuan dan kebangsaan.

Butir 10: Meningkatkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan berbangsa.

KBC: Mengajarkan kecintaan terhadap tanah air.
Jurnalistik Profetik: Menampilkan keberhasilan bangsa dan potensi budaya.

Butir 11: Menjaga keharmonisan dan kerukunan antar kelompok masyarakat.

KBC: Membina sikap saling menghormati antarbudaya.
Jurnalistik Profetik: Memerangi konflik dan provokasi.

Butir 12: Mengembangkan semangat gotong royong dan kerja sama nasional.

KBC: Menanamkan nilai kebersamaan dan solidaritas.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat aksi kolaborasi masyarakat.

Butir 13: Memelihara keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI.

KBC: Menanamkan cinta dan kesadaran wilayah.
Jurnalistik Profetik: Memberi edukasi pentingnya kedaulatan negara.

Sila 4 : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Butir 14: Mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan.

KBC: Melatih keterampilan dialog dan musyawarah.
Jurnalistik Profetik: Memfasilitasi diskursus yang konstruktif.

Butir 15: Menghormati pendapat orang lain dan menjunjung hak asasi setiap warga.

KBC: Mendidik penghormatan terhadap pluralitas pendapat.
Jurnalistik Profetik: Memberikan ruang pada suara minoritas secara adil.

Butir 16: Menolak kekerasan dalam penyelesaian masalah.

KBC: Menanamkan sikap damai dan santun.
Jurnalistik Profetik: Melawan radikalisme dan ujaran kebencian.

Butir 17: Menghasilkan keputusan yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab.

KBC: Membangun karakter kepemimpinan yang etis.
Jurnalistik Profetik: Melakukan peliputan berimbang dan akurat.

Butir 18: Menghormati sistem demokrasi dan hukum yang berlaku.

KBC: Membekali pemahaman tentang demokrasi dan hukum.
Jurnalistik Profetik: Mendukung demokrasi dan hukum yang bijaksana.

Sila 5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Butir 19: Meningkatkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial.

KBC: Mendorong kepedulian sosial dan keadilan.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat isu-isu kemiskinan dan ketidakadilan.

Butir 20: Mengembangkan sikap gotong royong dan kerja sama demi kesejahteraan.

KBC: Memperkuat solidaritas sosial.
Jurnalistik Profetik: Memberikan ruang bagi kolaborasi sosial.

Butir 21: Menghindari sikap konsumtif dan boros.

KBC: Mengajarkan kesederhanaan dan tanggung jawab.
Jurnalistik Profetik: Mempromosikan gaya hidup berkelanjutan.

Butir 22: Menghargai karya dan usaha orang lain secara adil.

KBC: Menanamkan penghargaan terhadap prestasi.
Jurnalistik Profetik: Melindungi hak cipta dan mengedukasi anti plagiat.

Butir 23: Menghormati hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial.

KBC: Membentuk kesadaran tanggung jawab.
Jurnalistik Profetik: Memberi edukasi hak-hak warga negara.

Butir 24: Mendorong kerja keras, produktivitas, dan inovasi.

KBC: Memotivasi etos kerja dan inovasi.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat kisah sukses dan inovasi.

Butir 25: Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

KBC: Menanamkan sikap adil dan bertanggung jawab.
Jurnalistik Profetik: Mengedukasi tentang etika sosial.

Butir 26: Menolak sikap diskriminasi dan ketidakadilan sosial.

KBC: Membina sikap inklusif dan adil.
Jurnalistik Profetik: Mengkritik ketidakadilan dan diskriminasi.

Butir 27: Mengutamakan kesejahteraan bersama di atas kepentingan pribadi.

KBC: Mendorong sikap kolektivitas dan pengorbanan.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat isu kepentingan sosial dan nasional.

Butir 28: Memperjuangkan pemerataan hasil pembangunan.

KBC: Mendidik kepekaan sosial dan tanggung jawab.
Jurnalistik Profetik: Mengkritisi ketimpangan sosial dan ekonomi.

Butir 29: Mendorong partisipasi aktif rakyat dalam pembangunan nasional.

KBC: Mengajak keterlibatan aktif dalam proses pembangunan.
Jurnalistik Profetik: Memfasilitasi suara rakyat dalam pembangunan.

Butir 30: Mengembangkan solidaritas dan rasa persaudaraan nasional.

KBC: Memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan.
Jurnalistik Profetik: Mengangkat nilai-nilai kebersamaan.

Butir 31: Menjaga ketertiban dan keamanan dalam kehidupan bermasyarakat.

KBC: Mendidik disiplin dan tanggung jawab sosial.
Jurnalistik Profetik: Mengedukasi pentingnya hukum dan keamanan.

Butir 32: Menghormati lembaga negara dan menjaga kedaulatan NKRI.

KBC: Membekali kesadaran warga negara yang baik.
Jurnalistik Profetik: Mendukung peran lembaga negara yang profesional.

Butir 33: Menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

KBC: Membangun karakter jujur dan bertanggung jawab.
Jurnalistik Profetik: Menjaga integritas pemberitaan dan transparansi.

Butir 34: Menolak perpecahan, permusuhan, dan sikap egoisme.

KBC: Mendorong persatuan dan sikap toleran.
Jurnalistik Profetik: Melawan provokasi dan berita hoaks.

Butir 35: Mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

KBC: Mendidik visi keadilan sosial dan kemakmuran bersama.
Jurnalistik Profetik: Memaparkan perkembangan sosial dan ekonomi yang berkeadilan.

Butir 36: Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

KBC: Memperkuat rasa nasionalisme dan kebersamaan.
Jurnalistik Profetik: Meneguhkan integritas bangsa dan NKRI.

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Jurnalistik Profetik merupakan model strategis membina Etika Toleransi Bersama dalam aktualisasi seluruh butir-butir Pancasila. Pendidikan dan media harus bersinergi menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila agar toleransi, keadilan, persatuan, dan kemanusiaan menjadi etika bersama pada realitas kehidupan, dan dapat dipedomani dalam kehidupan sehari-hari pada kehidupan sosial bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, NKRI.

صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØ­َÙ…َّد صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ

Posting Komentar

0 Komentar