Header Ads Widget


 

Transformasi Moralitas Komunikasi: Kedewasaan Berlalu Lintas sebagai Cermin Integritas Publik (Ayok …, Mudik Selamat)



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Oleh: Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom
Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara

Jalan raya adalah ruang publik yang mempertemukan keberagaman dalam satu arus gerak bersama. Di sana, keselamatan bukan sekadar urusan teknis kendaraan, melainkan kualitas moral komunikasi antarindividu. Setiap isyarat, setiap keputusan memberi jalan, setiap kepatuhan pada rambu adalah pesan etis yang berdampak langsung pada kehidupan orang lain.
Karena itu, keselamatan lalu lintas pada hakikatnya adalah persoalan kedewasaan berlalu lintas.

Kedewasaan berlalu lintas bukan tentang kecepatan, melainkan tanggung jawab. Bukan tentang siapa yang lebih dahulu, melainkan siapa yang lebih sadar bahwa ruang jalan adalah ruang bersama.
Hukum Telah Memberi Arah
Negara telah menetapkan fondasi normatif melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pasal 134 menetapkan kendaraan yang mendapat hak utama untuk didahulukan, termasuk ambulans yang mengangkut orang sakit, pemadam kebakaran yang sedang bertugas, kendaraan penolong kecelakaan, pimpinan lembaga negara, tamu negara, iring-iringan jenazah, serta konvoi tertentu atas pertimbangan Kepolisian.

Pasal 131 dan 132 menegaskan hak pejalan kaki atas fasilitas pendukung serta prioritas saat menyeberang di tempat yang telah ditentukan.
Struktur hukum ini menunjukkan bahwa keselamatan dan perlindungan terhadap kondisi darurat maupun kelompok rentan adalah prinsip dasar sistem lalu lintas nasional.
Namun hukum hanya efektif ketika ia menjadi kesadaran. Kedewasaan berlalu lintas adalah jembatan antara regulasi dan karakter.

Martabat dan Bahasa yang Beretika
Penguatan moralitas komunikasi juga tercermin dalam cara kita menyebut dan memperlakukan sesama. Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, negara menetapkan penggunaan istilah penyandang disabilitas sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia.

Penghormatan tersebut harus hadir nyata dalam penyediaan aksesibilitas trotoar, fasilitas penyeberangan, dan sistem transportasi yang inklusif. Memberi ruang aman kepada yang membutuhkan bukanlah belas kasihan, melainkan kewajiban hukum dan moral.
Moralitas sebagai Praktik Sehari-hari
Kedewasaan berlalu lintas terlihat dalam tindakan sederhana:
Memberi jalan kepada ambulans tanpa ragu.
Berhenti penuh kesadaran di zebra cross.
Menjaga jarak aman demi keselamatan bersama.

Tidak menggunakan bahu jalan untuk kepentingan pribadi.
Lampu sein adalah transparansi niat.
Kecepatan adalah pengendalian diri.
Jarak aman adalah penghormatan terhadap kehidupan.
Di situlah moralitas komunikasi bekerja: ketika tindakan mencerminkan nilai.
Penutup
Kedewasaan berlalu lintas adalah indikator kualitas integritas publik. Ia menunjukkan apakah hukum telah menjadi karakter, dan apakah ruang publik telah diperlakukan sebagai amanah bersama.

Jalan raya bukan arena kompetisi, melainkan ruang saling menjaga.
Dan dari kesadaran itulah lahir suasana berlalu lintas yg bermartabat mengutamakan keselamatan kolektif pengguna jalan.
Doa Perjalanan

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

HR. Abu Dawud no. 5095
HR. At-Tirmidzi no. 3426
Status: Hasan Sahih

(QS. Az-Zukhruf 43: 13–14)

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya:
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Selamat Ramadhan 
1447 H
Semoga setiap perjalanan kita bernilai ibadah, selamat sampai tujuan, dan membawa keberkahan bagi sesama.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar