بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Medan — Senin, 11 Mei 2026, pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FIS UIN Sumatera Utara melaksanakan audiensi bersama Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom, dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan Stadium General memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Adapun peserta audiensi terdiri dari Faisal Amir Munthe selaku Sekretaris Umum HMI FIS UINSU Periode 2025–2026, Ahmad Fadil Hsb sebagai Wakil Bendahara Umum HMI FIS UINSU Periode 2025–2026, Jahirun Manik selaku Ketua Bidang PTKP HMI FIS UINSU Periode 2025–2026, serta Fazri Fadhilah Tambunan yang merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara.
Kegiatan Stadium General tersebut mengusung tema “Reposisi Mahasiswa Sebagai Elite of Mind dalam Perubahan Peradaban” dan direncanakan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 di Aula Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom memberikan bimbingan dan arahan kepada pengurus HMI Komisariat FIS UIN Sumut terkait pentingnya penguatan kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kontribusi sosial mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom, mahasiswa PTKIN memiliki posisi strategis sebagai generasi ulul albab yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan nilai nilai rahmah, moderasi, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan peradaban.
“Mahasiswa harus mampu menjadi kekuatan intelektual dan moral dalam merawat persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta berkontribusi dalam roda pembangunan Indonesia baik secara regional maupun nasional menuju peradaban global,” ungkap Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus merawat akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari hari, menghormati guru dan orang tua, serta tetap melakukan perbuatan ihsan dalam menyayangi ayah dan bunda sebagai bagian dari implementasi nilai rahmah dalam kehidupan sosial.
Selain itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom mengajak mahasiswa untuk terus berkontribusi terhadap nilai nilai falsafah Pancasila dalam kehidupan nusa dan bangsa, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menghadirkan semangat gotong royong dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya, ia juga menyampaikan pentingnya membangun kesadaran ekoteologi di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Menurutnya, nilai nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari amanah peradaban.
Pendekatan ekoteologi tersebut dinilai sejalan dengan semangat rahmatan lil ‘alamin yang mengajarkan keseimbangan, kasih sayang, dan tanggung jawab terhadap sesama manusia maupun alam semesta. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi intelektual yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis dalam membangun masa depan bangsa.
Ia menambahkan bahwa semangat kegiatan tersebut sinergis dengan visi Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, humanis, adaptif, dan berintegritas melalui penguatan ilmu sosial berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai selaras dengan visi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sebagai kampus unggul yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keislaman, dan nilai kemanusiaan dalam membangun peradaban masyarakat yang maju dan berkeadaban.
Dalam arahannya, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom turut menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia agar perguruan tinggi terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya mendukung pembangunan daerah melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, pengabdian masyarakat, literasi digital, serta penguatan tata kelola sosial kemasyarakatan.
Ia juga menyampaikan bahwa semangat tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta penguatan kurikulum berbasis cinta yang termaktub dalam rumusan Panca Cinta Kementerian Agama RI. Nilai cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa menjadi pondasi penting dalam membangun generasi muda yang moderat, berkarakter, dan berdaya saing global.
Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:
“لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ”
Artinya ; ' Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al Ahzab: 21)
Selain itu, cita cita menghadirkan masyarakat yang damai dan penuh keberkahan juga selaras dengan firman Allah SWT :
“بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ”
Artinya ; “Negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Tuhan Yang Maha Pengampun.”
(QS. Saba’: 15)
Melalui kegiatan Stadium General tersebut, diharapkan lahir gagasan, semangat kolaborasi, dan penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang mampu menjaga harmoni, merawat nilai wasathiyah, memperkuat kepedulian ekologis, serta membangun peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045 yang maju, damai, bermartabat, dan berkeadaban global.
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم


0 Komentar