بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Parapat. 10 mei 2026. Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara yang berlangsung di Parapat, Kabupaten Simalungun, pada 8–10 Mei 2026, berlangsung dinamis, demokratis, dan penuh nuansa kekeluargaan. Forum tersebut kembali memberikan amanah kepada Abanganda H. Rusdi Lubis, SH., M.MA sebagai Koordinator Presidium MW KAHMI Sumut setelah memperoleh dukungan suara terbanyak dari peserta musyawarah.
Terpilihnya kembali H. Rusdi Lubis, SH., M.MA menjadi penegasan atas kuatnya kepercayaan kader dan alumni HMI di Sumatera Utara terhadap kesinambungan kepemimpinan, penguatan organisasi, serta arah gerak KAHMI yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada pengabdian kebangsaan.
Selain H. Rusdi Lubis, SH., M.MA, Muswil VII MW KAHMI Sumut juga menetapkan enam anggota presidium lainnya, yakni Dr Hatta Ridho, Dr Sugiat Santoso, Dr Mansyur Pasaribu, Dr Sadikin Bintang, MM, Prof Dr Hasim Purba, serta M Iskandar Nasution, SE, MM. Formasi tersebut merepresentasikan perpaduan kalangan akademisi, birokrat, profesional, tokoh masyarakat, dan entrepreneur yang memperkuat posisi strategis KAHMI dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Muswil VII MW KAHMI Sumut tidak sekadar menjadi agenda reorganisasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi intelektual dan penguatan silaturahmi lintas generasi alumni HMI. Forum tersebut menghadirkan semangat kolektif untuk mempertegas posisi KAHMI sebagai organisasi moral-keummatan yang tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam pandangannya, H. Rusdi Lubis, SH., M.MA menegaskan bahwa Muswil KAHMI Sumut harus menjadi momentum menyamakan persepsi dan gerak langkah seluruh alumni HMI untuk hadir di tengah masyarakat serta membangun kolaborasi bersama pemerintah.
“Harapan kami terhadap Muswil KAHMI Sumatera Utara tahun 2026 sampai 2031, pertama, menyamakan persepsi, membangun gerak langkah yang sama, serta terjun ke tengah-tengah masyarakat, berkolaborasi dengan pemerintah.”
Menurutnya, kekuatan besar KAHMI terletak pada keberagaman latar belakang kader dan alumninya yang tersebar di berbagai sektor strategis bangsa.
“Karena seluruh alumni HMI atau KAHMI ini terdiri dari berbagai latar belakang; ada politikus, akademisi, teknokrat, entrepreneur, dan tokoh profesional lainnya. Semua potensi dalam membangun nilai-nilai kebangsaan itu ada di dalamnya.”
Ia menilai seluruh potensi tersebut perlu disinergikan dalam gerakan kolektif yang berorientasi pada penguatan nilai keumatan, kemanusiaan, dan kebangsaan.
“Tinggal bagaimana kita menyatukan seluruh kekuatan ini agar mampu membangun nilai-nilai keumatan dalam lima tahun ke depan.”
Semangat kepemimpinan kolektif yang terbangun dalam Muswil VII MW KAHMI Sumut juga memperkuat nilai ukhuwah, keislaman, dan kebangsaan demi terwujudnya masyarakat yang “baldatun ṭayyibatun wa rabbun ghafūr” ( negeri yang baik, makmur, serta memperoleh ampunan dan keberkahan dari Allah SWT ).
Nilai perjuangan HMI yang dikenal melalui spirit “Yakin Usaha Sampai” turut menjadi energi moral dalam membangun optimisme, ketekunan, dan dedikasi pengabdian alumni untuk umat dan bangsa. Spirit tersebut terus hidup dalam kepemimpinan MW KAHMI Sumut sebagai energi kolektif dalam melahirkan gagasan, karya, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di tengah dinamika global, perubahan sosial, dan tantangan peradaban modern, KAHMI Sumut meneguhkan komitmennya sebagai ruang pengabdian intelektual dalam merawat peradaban bangsa, memperkuat nilai keislaman dan keindonesiaan, serta menjaga warisan moral dan budaya yang berakar pada semangat keummatan dan kebangsaan.
Menutup pandangannya, H. Rusdi Lubis, SH., M.MA menyampaikan pesan persatuan yang menjadi semangat bersama alumni HMI dan KAHMI.
“Hatiku hatimu bersatu dalam nilai dan doa, berjuang dan memperjuangkan demi keumatan, kemanusiaan, dan kebangsaan.”
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai perjuangan HMI, MW KAHMI Sumut terus bergerak menghadirkan keteladanan, pengabdian, serta konsolidasi intelektual yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kejayaan Indonesia Emas 2045.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
— QS. Ali ‘Imran: 103
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم






0 Komentar