بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Medan, Selasa, 5 Mei 2026
Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Tuan M Yoserizal Saragih, M.I.Kom menerima kunjungan silaturahmi sekaligus undangan resmi dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah Peradaban Islam (SPI) FIS UIN Sumut.
Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua HMJ SPI FIS UIN Sumut Safwan Shauri Nasution dalam rangka pelaksanaan kegiatan Forum Diskusi Mahasiswa SPI (FORDIMSPI) yang akan digelar pada Rabu, 6 Mei 2026, pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula FIS Lantai 1.
Kegiatan FORDIMSPI tahun ini mengangkat tema “Jurusan Sejarah di Ujung Tanduk? Menguji Relevansi di Era Kebijakan Pendidikan Baru”, sebagai bentuk refleksi kritis mahasiswa terhadap dinamika kebijakan pendidikan serta eksistensi keilmuan sejarah di era kontemporer.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Dekan III FIS UIN Sumut Tuan M Yoserizal Saragih, M.I.Kom menyambut baik undangan yang disampaikan panitia.
Ia menegaskan bahwa forum diskusi seperti FORDIMSPI memiliki peran strategis dalam membangun daya kritis, intelektualitas, serta kesadaran keilmuan mahasiswa, khususnya dalam bidang sejarah dan peradaban Islam.
Lebih lanjut, kegiatan ini dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung sinergitas visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 serta memberikan kontribusi nyata terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan peradaban bangsa.
Sementara itu, Ketua HMJ SPI FIS UIN Sumut Safwan Shauri Nasution menyampaikan komitmennya untuk menyukseskan kegiatan tersebut bersama panitia pelaksana yang diketuai oleh Singgih Al Ghifary dan sekretaris Muhammad Abdillah.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat komunikasi kelembagaan serta meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di FIS UIN Sumatera Utara. Lebih dari itu, semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan FORDIMSPI sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya kerja sama dalam kebaikan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mā’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.”
Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun tradisi akademik yang konstruktif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

0 Komentar