Header Ads Widget


 

MAPERCA HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara Perkuat Keislaman, Intelektualitas, Integritas, dan Pengabdian Berdampak



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

DELI SERDANG, Sabtu, 10 Oktober 2026 — Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Grand Hall Library Kampus IV UIN Sumatera Utara, Jalan Durin Jangak, Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan FIS UIN Sumatera Utara.
MAPERCA menjadi sarana pengenalan organisasi bagi mahasiswa untuk memahami identitas, nilai perjuangan, dan tradisi intelektual HMI. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat pemahaman keislaman, memperluas wawasan kebangsaan, membangun integritas, serta menumbuhkan semangat pengabdian di lingkungan kampus dan masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan III FIS UIN Sumatera Utara, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., Ketua Umum HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara, Abanganda Edwansah Putra Siahaan, Ketua Umum Demisioner HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara 2025-2026, Kanda Zulfahri Purba Tanjung, S.I.Kom., yang saat ini sedang menempuh studi Program Magister (S-2) Ilmu Komunikasi, serta Ketua KOHATI FIS UIN Sumatera Utara demisioner. Kehadiran pimpinan fakultas, pengurus HMI, unsur KOHATI, dan para senior mempererat silaturahmi serta mendukung kesinambungan proses pengaderan mahasiswa.
Wakil Dekan III FIS Tekankan Karakter Sang Pencerah Berlandaskan Ilmu, Cinta, dan Akhlak
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III FIS UIN Sumatera Utara, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MAPERCA HMI Komisariat FIS. Beliau menekankan pentingnya menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran yang memadukan penguatan keimanan, pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan tanggung jawab sosial.
Mahasiswa diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang cakap secara intelektual sekaligus memiliki akhlakul karimah, menjaga amanah, menghormati sesama, dan mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan manfaat. Kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi hendaknya berjalan seiring dengan kesantunan, kebijaksanaan, serta sikap saling menghargai.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun karakter mahasiswa sebagai Sang Pencerah, yaitu pribadi yang menghadirkan manfaat melalui ilmu pengetahuan, keteladanan, keluhuran akhlak, dan pengabdian. Karakter tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, komunikasi yang santun, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)–Panca Cinta dalam transformasi pendidikan Islam. Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama manusia, cinta lingkungan, serta cinta tanah air menjadi landasan pembentukan karakter yang beriman, berilmu, peduli, dan bertanggung jawab.
Dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui kesungguhan menuntut ilmu, pemeliharaan adab, kepedulian sosial, penghargaan terhadap keberagaman, dan kerja sama yang bermanfaat. Dengan demikian, nilai cinta dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Karakter Sang Pencerah diharapkan tercermin dalam keseimbangan antara kecerdasan dan kebijaksanaan, keberanian dan tanggung jawab, serta kemampuan intelektual dan keluhuran akhlak. Mahasiswa tidak hanya mengembangkan potensi dirinya, tetapi juga diharapkan mampu mendukung kemajuan sesama, mempererat persaudaraan, dan memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bersama.
Pesan mengenai pentingnya saling mengenal dan menghargai sesama sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).
Ungkapan لِتَعَارَفُوا (lita‘ārafū), yang berarti agar kamu saling mengenal, mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik, memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, dan mengembangkan kerja sama. Perbedaan latar belakang dan pengalaman dapat menjadi kesempatan untuk saling memahami serta belajar satu sama lain.
Dalam kehidupan kampus, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi yang santun dan kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan, sivitas akademika, serta berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kerja sama yang baik diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, karakter Sang Pencerah diharapkan tumbuh dalam diri mahasiswa melalui kesungguhan menuntut ilmu, keteladanan akhlak, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat.
Abanganda Edwansah Putra Siahaan Tegaskan Makna Pengaderan HMI
Sebagai Ketua Umum HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara, Abanganda Edwansah Putra Siahaan mengemban tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan mendukung proses pengaderan mahasiswa. Melalui MAPERCA, calon anggota diperkenalkan pada identitas, nilai perjuangan, serta tanggung jawab kader dalam kehidupan akademik dan sosial.


Pengaderan merupakan proses berkelanjutan yang tidak berhenti pada kegiatan perkenalan. Proses tersebut dapat dikembangkan melalui diskusi, penguatan keislaman, kegiatan keilmuan, latihan kepemimpinan, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Tujuan HMI adalah membentuk “insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.”
Tujuan tersebut menjadi landasan bagi kader untuk mengembangkan kemampuan akademik, memperkuat pemahaman keislaman, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Pengetahuan serta keterampilan berorganisasi diharapkan dapat memberikan manfaat, baik bagi pengembangan diri maupun bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui proses pengaderan yang berkesinambungan, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, mampu berdialog secara santun, serta bersedia mengabdikan kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan bersama.
Kanda Wildany Welastiko dan Kanda Taufiq Sarfan Hasibuan Perkuat Wawasan Peserta
Kegiatan MAPERCA menghadirkan Kanda Wildany Welastiko, S.Sos., sebagai pemateri Keislaman dan Ke-HMI-an, serta Kanda Taufiq Sarfan Hasibuan, S.I.Kom., sebagai pemateri Keindonesiaan dan Kemahasiswaan.
Materi Keislaman dan Ke-HMI-an memberikan landasan bagi calon anggota untuk mengenal hubungan antara nilai-nilai Islam, identitas organisasi, tradisi intelektual, dan tanggung jawab pengaderan. Sementara itu, materi Keindonesiaan dan Kemahasiswaan memperluas wawasan peserta mengenai kehidupan kebangsaan, dinamika kampus, serta peran mahasiswa dalam kegiatan akademik dan sosial.
Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman awal kepada peserta. Nilai-nilai keislaman diharapkan tercermin dalam akhlak dan kepedulian sosial, sedangkan wawasan kebangsaan dapat diwujudkan melalui penghormatan terhadap keberagaman, pemeliharaan persatuan, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal untuk mengikuti proses pengaderan selanjutnya. Kesediaan belajar, keterbukaan dalam berdialog, tanggung jawab dalam menjalankan amanah, dan kemauan mengembangkan kemampuan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa sebagai anggota organisasi.
Menumbuhkan Integritas dan Kolaborasi untuk Kemaslahatan Bersama
Nilai pengaderan HMI dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, antara lain menjaga amanah, menjunjung kejujuran, menghormati sesama, mengembangkan kemampuan intelektual, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Keberhasilan pengaderan tidak hanya berkaitan dengan terlaksananya kegiatan organisasi, tetapi juga dengan proses pembentukan pribadi yang berintegritas, berilmu, berakhlak, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat pengabdian.
Semangat saling mendukung dan mengembangkan potensi sesama menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi. Melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, dan kerja sama yang produktif, mahasiswa dapat membangun lingkungan organisasi yang mendukung perkembangan intelektual, karakter, serta kepedulian sosial.
MAPERCA menjadi langkah awal bagi calon anggota untuk memahami identitas dan nilai perjuangan HMI, memperluas wawasan keislaman dan kebangsaan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mempersiapkan diri mengikuti proses pengaderan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memperkuat peran organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, akhlak, persaudaraan, dan pengabdian. Melalui semangat tersebut, HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara diharapkan terus mendukung pertumbuhan kader yang mampu menjaga amanah, menghargai sesama, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan MAPERCA berlangsung dalam suasana kebersamaan dan keakraban. Pertemuan calon anggota, pengurus, pemateri, pimpinan fakultas, serta para senior menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan mendukung kesinambungan pengaderan HMI Komisariat FIS UIN Sumatera Utara.
Padatkan naskah menjadi berita langsung
Pisahkan fakta dan narasi evaluatif
Tegaskan kutipan tanpa mengarang

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar