Header Ads Widget


 

Wadek III FIS UIN Sumut Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom.: ... CRN TV UIN SU Berkreasi dan Berlatih Moderasi ...



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MEDAN, Kamis, 8 Oktober 2026 — Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., bersama kru CRN TV UIN SU mendorong pengembangan kreativitas mahasiswa melalui penguatan kompetensi komunikasi, akhlak, dan moderasi.
Kemampuan mahasiswa dalam public speaking, jurnalistik, produksi audiovisual, dan pengelolaan informasi perlu dikembangkan bersama tanggung jawab moral. Kreativitas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan konten yang menarik, tetapi juga untuk menyampaikan informasi secara santun, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan.
Akhlak sebagai Dasar Komunikasi
Dalam kehidupan bermedia, akhlak menjadi dasar agar kemampuan komunikasi tidak digunakan untuk merendahkan, mencela, memprovokasi, atau menimbulkan kemudaratan. Mahasiswa tetap dapat bersikap kritis dan menyampaikan pendapat dengan tetap menjaga martabat sesama.
Prinsip tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat: 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, mereka itulah orang-orang yang zalim.”


Memberikan landasan etis bagi komunikasi. Akhlak mengarahkan sikap terhadap sesama, sedangkan moderasi membimbing cara menghadapi perbedaan secara santun, proporsional, dan bertanggung jawab.
Panca Cinta–KBC Memperkuat Karakter
Pembentukan akhlak dan moderasi perlu dibiasakan sejak dini. Salah satu kerangka yang dapat memperkuatnya ialah Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang mencakup lima nilai: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air.
Kelima nilai tersebut saling melengkapi. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi fondasi spiritual; cinta kepada ilmu menumbuhkan tanggung jawab intelektual; cinta kepada diri dan sesama melahirkan kasih sayang serta penghormatan; cinta kepada lingkungan membangun kepedulian; dan cinta kepada tanah air meneguhkan tanggung jawab kebangsaan.
Pembiasaan nilai-nilai tersebut sejak dini menjadi bagian dari ikhtiar membentuk karakter khairu ummah. Dalam konteks pendidikan dan kehidupan kemahasiswaan, khairu ummah dapat dipahami sebagai orientasi untuk menghadirkan kebaikan yang diwujudkan melalui keimanan, kepedulian, tanggung jawab, serta keberanian mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang santun dan bijaksana.
Karakter khairu ummah tidak cukup dipahami sebagai identitas, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku. Mahasiswa diarahkan agar ilmu, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan aktivitas bermedia memberikan manfaat bagi sesama. Sikap kritis tetap dapat dikembangkan, tetapi disertai penghormatan terhadap martabat manusia, tanggung jawab terhadap informasi, dan kepedulian terhadap kemaslahatan bersama.




CRN TV sebagai Ruang Praktik
Dalam konteks tersebut, CRN TV UIN SU dapat menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk menerjemahkan nilai-nilai itu ke dalam karya. Mahasiswa dapat mengasah kemampuan berbicara, wawancara, penulisan naskah, produksi audiovisual, dan kerja tim, sekaligus belajar memeriksa informasi, menghormati narasumber, memilih bahasa yang tepat, serta mempertimbangkan dampak konten.
Proses produksi media menjadi bagian dari pembelajaran yang mempertemukan kompetensi dan karakter. Kreativitas berkembang dengan arah yang jelas. Kebebasan berekspresi memperoleh ruang dengan tetap disertai tanggung jawab. Perbedaan dapat dibahas secara kritis tanpa harus berubah menjadi permusuhan.
Dengan demikian, moderasi bukan sekadar konsep yang dipahami, melainkan nilai yang dilatih melalui praktik komunikasi, pengelolaan informasi, dan interaksi sehari-hari.
Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari
Nilai yang dibangun melalui media juga perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu berkomunikasi dengan publik, tetapi juga peduli terhadap keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, mahasiswa perlu menyayangi ayah dan bunda, menjaga keluarga, menghormati dan berbuat baik kepada tetangga, serta saling mengingatkan keluarga terdekat agar memperoleh informasi dan pendataan perlindungan sosial (perlinsos) secara baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepedulian tersebut sejalan dengan imbauan Menteri Agama Republik Indonesia, Almukarrom Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, agar keluarga, ASN Kementerian Agama, dan masyarakat turut berperan sebagai agen perlindungan sosial. Kepedulian dimulai dari lingkungan terdekat dengan memastikan anggota keluarga yang membutuhkan tidak terabaikan dalam proses pendataan dan akses perlindungan sosial.
Akhlak dengan demikian tidak berhenti pada cara seseorang tampil di depan kamera atau menyampaikan pesan kepada khalayak. Akhlak juga terlihat dari kepedulian terhadap orang tua, keluarga, tetangga, dan masyarakat.
Berkreasi untuk Kemaslahatan
Pengembangan CRN TV UIN SU diarahkan pada kesatuan nilai: kompetensi membangun kemampuan, akhlak memberikan arah, moderasi membimbing cara berkomunikasi, dan tanggung jawab menjadi pertimbangan dalam menghasilkan dampak.


Kreativitas mahasiswa diharapkan tidak sekadar menghasilkan konten, tetapi juga menghadirkan karya yang informatif, santun, edukatif, dan bermanfaat.
Melalui ruang media kampus, nilai Panca Cinta–KBC dapat diterapkan dalam praktik komunikasi yang berakhlak dan moderat. Kesadaran khairu ummah pun dibiasakan sejak dini melalui kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, serta tanah air, termasuk kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat melalui informasi sosial yang benar dan bertanggung jawab.
Dengan orientasi tersebut, CRN TV UIN SU menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi dengan akhlak, berlatih moderasi, peduli kepada keluarga dan masyarakat, serta menghadirkan kemanfaatan bagi kampus, keluarga, lingkungan, dan masyarakat.


صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar