Header Ads Widget


 

Negara Terus Hadir di Tengah Musibah: Apresiasi untuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bapak Bahlil Lahadalia, dan Seluruh Unsur Pengabdian Bangsa



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Oleh: Tuan M Yoserizal Saragih
(Pengamat Komunikasi Kebijakan Penanggulangan Bencana)

Musibah banjir besar dan longsor yang melanda Provinsi Aceh menjadi ujian kemanusiaan sekaligus ujian kehadiran negara dalam melindungi warganya. Ketika ribuan rumah terendam, pasokan listrik terputus, dan aktivitas masyarakat terganggu, respons negara yang cepat dan terukur menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga keselamatan serta keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.

Dalam konteks tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah pemulihan dengan menyalurkan 1.000 unit generator set (genset) ke wilayah Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemulihan akses listrik bagi sekitar 35 ribu rumah di lebih dari 240 desa yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor.

Informasi mengenai langkah tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, sebagaimana diberitakan oleh CNBC Indonesia pada 27 Desember 2025. Penyaluran genset dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dukungan TNI Angkatan Udara dalam distribusi logistik menggunakan pesawat angkut, serta kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga guna memastikan ketersediaan bahan bakar operasional.
Upaya ini mencerminkan bentuk kehadiran negara yang responsif dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kepada Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia beserta seluruh jajaran kementerian, patut disampaikan apresiasi atas ikhtiar, koordinasi, dan tanggung jawab yang dijalankan dalam situasi darurat kemanusiaan. Semoga setiap langkah pengabdian tersebut membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

Apresiasi yang sama juga layak diberikan kepada seluruh unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kementerian, serta badan dan lembaga negara lainnya yang hadir dan bekerja di lapangan. Di tengah tantangan cuaca ekstrem, medan yang sulit, dan keterbatasan sarana, kehadiran mereka dalam menjaga keselamatan warga, menyalurkan bantuan, membuka akses wilayah terdampak, serta mendampingi masyarakat merupakan wujud pengabdian negara yang patut dihargai. Semoga dedikasi kolektif ini membawa keberkahan, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan harapan di tengah musibah.

Setiap langkah negara dalam meringankan beban masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional sekaligus panggilan kemanusiaan. Kehadiran yang terukur, berkelanjutan, dan berempati mencerminkan kepemimpinan yang amanah serta komitmen kebangsaan dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali. Mari terus bersama, penuh semangat, membersamai titah langit dalam merawat negeri.

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Artinya ; ''Barang siapa meringankan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan satu kesulitannya pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar