Header Ads Widget


 

Rektor UIN Sumatera Utara, Yang Mulia Ibunda Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., Pembina Upacara HAB Kementerian Agama RI ke-80


Ket Foto: Yang Mulia Ibunda Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Medan — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Yang Mulia Ibunda Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., bertindak sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) ke-80. Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib Pada hari sabtu 03 januari 2026 di Lapangan Utama Kampus I UIN Sumatera Utara, Jl. IAIN No. 1 Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor membacakan sambutan resmi Menteri Agama RI, Yang Mulia Almukaram Bapak Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., yang menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar kondisi damai, melainkan energi produktif bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang damai dan maju. Sambutan resmi ini menekankan bahwa kerukunan diposisikan sebagai modal strategis pembangunan nasional, bukan hanya nilai moral.
Menag juga menyoroti tantangan era teknologi dan kecerdasan buatan (AI), di mana Kementerian Agama diarahkan untuk adaptif dengan pendekatan berbasis nilai keagamaan dan kemanusiaan, sementara ASN Kemenag dituntut lincah, kolaboratif, dan solutif agar agama hadir sebagai jawaban atas persoalan zaman, bukan sekadar simbol ritual.
Upacara HAB ke-80 ini menjadi momentum untuk menegaskan peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan, mendorong inovasi, dan memperkuat kontribusi agama bagi pembangunan bangsa. Upacara berjalan dengan baik dan khidmat.

QS. An-Nur: 35

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ

Artinya :
"Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang di dalamnya ada lampu. Lampu itu dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, bukan dari timur maupun dari barat. Minyak itu seakan-akan menerangi meskipun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki."


صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar