Header Ads Widget


 

Ketua HMJ Ilmu Komunikasi FIS UIN Sumut Abanganda Abdul Gani Lubis Audiensi dengan Wakil Dekan III, Perkuat Sinergi dan Kemajuan Kegiatan Kemahasiswaan Berdampak



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

MEDAN — Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, Abanganda Abdul Gani Lubis, beraudiensi dengan Wakil Dekan III FIS UIN Sumatera Utara, Dr. Tuan M. Yoserizal Saragih, M.I.Kom., untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam mendukung kemajuan kegiatan kemahasiswaan.
Audiensi tersebut turut membahas rencana pelaksanaan Mors Communication Chapter IV bertema “Back to Era SMA”, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kampus IV UIN Sumatera Utara, Tuntungan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun kegiatan mahasiswa yang terarah, kreatif, dan bermanfaat. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara pengurus HMJ dan pimpinan fakultas, kegiatan kemahasiswaan diharapkan menjadi ruang pengembangan potensi, kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan berorganisasi mahasiswa.
Dalam pembinaan kemahasiswaan, pengembangan kemampuan komunikasi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlaqul karimah. Kecakapan berbicara, menyampaikan pendapat, dan membangun hubungan sosial hendaknya disertai kesantunan, kebijaksanaan, serta sikap saling menghormati antara mahasiswa dan mahasiswi dengan tetap menjaga adab dan batas-batas syariat Islam.
Nilai-nilai Islam wasathiyah juga penting dalam kehidupan kemahasiswaan. Sikap moderat, adil, seimbang, dan bijaksana perlu tercermin dalam cara mahasiswa berdialog, menyikapi perbedaan, bekerja sama, serta menyelesaikan persoalan. Dengan demikian, organisasi mahasiswa bukan hanya menjadi tempat mengembangkan keterampilan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun kedewasaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.


Semangat tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali ‘Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ

Artinya : "Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Memberikan landasan nilai tentang pentingnya keimanan dan tanggung jawab menghadirkan kebaikan bagi sesama. Dalam konteks kemahasiswaan, nilai khairul ummah dapat diupayakan melalui perilaku yang berakhlak, komunikasi yang santun, kepedulian sosial, serta kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Dalam konteks ini, Sang Pencerah menjadi ungkapan inspiratif bagi mahasiswa yang berusaha menghadirkan kebaikan melalui ilmu, keteladanan akhlak, dan tindakan nyata. Istilah tersebut bukan sebutan khusus yang dinyatakan dalam ayat Al-Qur’an, melainkan gambaran aspiratif tentang mahasiswa yang berupaya mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dakwah pun tidak hanya diwujudkan melalui ceramah atau penyampaian pesan secara lisan, tetapi juga melalui dakwah bil hikmah: bersikap santun, menjaga kepercayaan, menghormati orang lain, menghindari perilaku yang merugikan, dan menunjukkan keteladanan dalam pergaulan maupun aktivitas organisasi.
Oleh karena itu, pelaksanaan Mors Communication Chapter IV diharapkan tidak hanya menjadi ruang kreativitas, kebersamaan, dan nostalgia masa sekolah, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas, mengembangkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan budaya organisasi yang sehat dan berakhlak.
Melalui sinergi antara mahasiswa dan pimpinan fakultas, kegiatan kemahasiswaan diharapkan semakin berkualitas dan berdampak positif. Mahasiswa tidak hanya mampu menyelenggarakan kegiatan yang kreatif, tetapi juga menghadirkan manfaat, menjaga adab, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Pada akhirnya, semangat khairul ummah menjadi landasan nilai dalam mengupayakan kebaikan, sementara Sang Pencerah menjadi gambaran mahasiswa yang berusaha menerjemahkan ilmu menjadi pengabdian, akhlak menjadi keteladanan, dan aktivitas organisasi menjadi kemaslahatan. Inilah ikhtiar bersama untuk menumbuhkan mahasiswa yang cakap berkomunikasi, santun dalam berperilaku, bijaksana dalam menyikapi perbedaan, serta mampu memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat.

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Posting Komentar

0 Komentar